Ritual pagi yang Praktis dan Solutif dengan Philips AquaTouch
Lebih Murah, Lebih Cepat, dan Lebih Berkualitas, 3 kunci dasar dalam melakukan inovasi bisnis saat ini. Tentu saja hal tersebut merupakan value yang ditawarkan seorang marketer kepada prospek pelanggannya. Di tengah kompetisi pasar yang semakin seru seperti saat ini, pastinya inovasi menjadi kunci utama untuk memenangkan pasar. Sebagai seorang marketer dan konsultan, bagi saya pribadi persaingan memang selalu mendatangkan 2 hal yang selalu berdampingan, ancaman dan juga peluang. Dan ke-3 kunci tersebut adalah hal yang selalu menjadi concern dalam mengembangkan strategi bisnis maupun marketing.
Sebagai seorang profesional tentunya menjalankan ritual setiap pagi sebelum berangkat ke kantor, menjadi momen yang penting, karena memulai hari dengan baik di awal tentu akan mempengaruhi sikap kita pada hari itu. Mulai dari membersihkan rambut, wajah, sampai ke seluruh tubuh adalah hal yang penting. Saya pun menyadari bahwa ke-3 kunci dasar tersebut juga menjadi penting ketika mempersiapkan diri. Walaupun saya bukan seorang metroseksual, namun penampilan merupakan modal awal dalam profesi saya. Tentu klien juga menjadi tidak nyaman kalau saya tidak tampil prima dan maksimal dalam menjalankan kewajiban sebagai konsultan.
Ritual pagi tanpa sadar menciptakan persaingan tersendiri bagi brand-brand untuk memikat hati saya, sadar atau tidak pastinya anda juga mengalaminya. Mulai pemilihan shampoo, body wash, deodorant, sampai ke pemilihan pisau cukur yang tepat. Beberapa kali pisau cukur menjadi concern utama, karena salah mencukur bisa jadi mengawali hari dengan buruk. Walaupun bukan ritual utama mungkin bagi sebagian orang, tetapi harus diakui, faktor keamanan dan kenyamanan dalam bercukur pasti diinginkan oleh semua kaum pria.
Saya cukup takut menggunakan shaver apalagi yang menggunakan listrik sebagai tenaga utama. Apalagi pada saat bercukur, tentu semua dalam kondisi basah dan hal tersebut berbahaya. Jujur saya cukup penasaran dengan Philips AquaTouch, karena selain mencakup 3 kunci utama inovasi tersebut, ternyata AquaTouch bisa digunakan dalam kondisi basah sekalipun tanpa takut bahaya. Well, pastinya ini adalah sebuah solusi penting dalam menjalankan ritual pagi.
Sudah berharap selama ini sebuah produk seperti Philips AquaTouch AT 890 yang mampu menjalani ritual pagi bercukur menjadi sebuah aktivitas yang aman dan nyaman, serta tidak membuang waktu banyak. Kulit pun terlindungi berkat sistem pengaturan antara pisau cukup dan lapisan yang dibuat sedimikian rupa untuk menjaga kesehatan kulit. Belum lagi baterai yang rechargeable, memudahkan saya untuk membawa produk ini ke mana-mana. Membersihkan produk ini pun mudah, semudah membuka, membersihkan, dan menutup kembali. Praktis dan pastinya juga solutif.
Jujur saja, pastinya yang merasa pria juga ingin selalu tampil prima bukan? Walaupun bukan metroseksual, penampilan pastinya penting bagi seorang profesional. Tampil dengan maksimal, tentu akan membuat hari kita jadi optimal. Philips AquaTouch AT 890 yang saya coba sendiri boleh jadi solusi untuk menjalankan ritual setiap pagi. Praktis dan Solutif, apalagi lebih cepat, lebih murah, dan lebih berkualitas pastinya. Coba saja, nggak ada ruginya.
THE EVOLUTION of BATMAN LOGO
Indonesia’s New Groove – Proud to be Indonesian
Tidak banyak yang menyangka pastinya kalau Indonesia saat ini adalah negara yang dibicarakan dan mulai disegani di dunia Internasional.. Bukan hanya karena Indonesia mendapatkan peringkat 5 besar di jejaring sosial seperti Facebook ataupun Twitter.. Tetapi dengan hadirnya Indonesia di negara-negara G-20, yang notabene turut berperan serta dalam perekonomian dunia, Indonesia mulai ‘unjuk gigi’ di kancah internasional, walaupun secara internal masih banyak PR yang belum terselesaikan..
Marketeers juga ingin menandai keberhasilan Indonesia melalui Lomba Blogging Marketeers kali ini dengan hadiah tiket Markplus Conference 2013, yang setiap tahunnya menjadi ajang para Marketer untuk melihat kembali secara gambar besar tentang market Indonesia yang sedang cantik-cantiknya.
Sejak Indonesia meraih GDP USD 3000 di akhir tahun 2010, tampaknya Indonesia mulai masuk ke era tinggal landas, yang selama orde baru terus di gadang-gadang kan oleh pemerintah, sebagai negara agraris, yang sangat kaya dengan kekayaan alamnya.. Semakin kuatnya middle class Indonesia yang semakin ‘membabi buta’ dengan buying power yang besar, tentunya membuat roda perekonomian Indonesia secara domestik juga mengalami akselerasi..
Marketeers juga mencatat bahwa Indonesia dalam kurun waktu kurang lebih 8 (delapan) tahun ini sudah menggoyang dunia internasional, ‘international media darling’ dan menjadi ‘beautiful girl’ di mata investor dunia. Bisa jadi tepat atau tidak kalau kita mengatakan bahwa hal tersebut merupakan prestasi yang luar biasa yang pernah diraih oleh Indonesia.. Sejak jaman reformasi, dengan terseok-seok nya pemberantasan korupsi, kericuhan dunia politik, tetap saja Indonesia terus melaju di kancah internasional dan menjadi ‘the new pretty woman’ (ingat cerita pak Hermawan di salah satu Markplus Dinner Seminar, karena Richard Gere dan Julia Roberts yang tidak takut untuk datang di Indonesia).
INDONESIA CLARIFICATION
Bisa jadi apa yang terjadi saat ini adalah klarifikasi dari dunia internasional maupun domestik tentang keberadaan Indonesia yang bukan sekedar promosi ‘Wonderful Indonesia‘, namun pada kenyataannya, Indonesia memang WONDERFUL. Secara ekonomi, sosial, budaya, Indonesia sedang mengalami transformasi besar-besaran, lihat saja prestasi dunia politik, di mana tidak lagi menjadi hal yang haram untuk suatu etnis tertentu turut berperan serta dalam kancah dunia pemerintahan. Horizontalnya market, membuat rakyat Indonesia mulai ‘melek’ dan menyadari bahwa rasa percaya diri Indonesia bukan sekedar omongan semata, dan Indonesia tidak lagi menjadi bahan lelucon baik di dunia internasional maupun nasional.
INDONESIA CODIFICATION
DNA Indonesia memang unik, karena jiwa entrepreneurship yang sangat kuat berkembang saat ini, membuat Indonesia mampu Standing meski dunia sedang Shaking. Meskipun memang Indonesia ‘tidak kuat’ dalam ekspor, justru Indonesia semakin kuat dalam perekonomian dalam negeri. Selain itu kreativitas Indonesia juga patut dibanggakan, seperti kasus KFC dengan Music inhouse yang fenomenal, membuat bisnis fastfood dan musik Indonesia menjadi berubah petanya. Belum lagi munculnya entrepreneur muda yang berprestasi di dunia internasional, dan platform social media yang menjadi peluang bisnis yang luar biasa, seperti Ma’Icih misalnya.
INDONESIA CHARACTER
Bagaimanapun kita harus bangga menjadi Indonesia dengan ‘THE REAL WONDER‘-nya. Kita bukan Singapore yang sangat atraktif dalam mengemas sesuatu, ataupun seperti negara-negara lain yang memiliki infrastruktur teknologi yang sangat maju. Indonesia dengan segala ‘kerendahan hati’-nya punya karakternya sendiri, orang akan tetap mengingat Indonesia sebagai negara yang kaya dengan kekayaan alam dan keramahan orangnya. Kekhasan pariwisata Indonesia, seni dan budaya merupakan karakter Indonesia yang tidak akan pernah ditiru oleh orang lain, walaupun ingin dipatenkan oleh banyak negara lain.
Ini waktunya Indonesia.. suka atau tidak suka, sadar atau tidak sadar, kenyataannya INDONESIA memang WONDERFUL.. dengan segala kelamahan dan kelebihannya.. INDONESIA tetaplah tanah airku.. Sampai bertemu di Markplus Conference 2013, THE WORLD is SHAKING, INDONESIA is STANDING, how about YOU?
Without Operational Excellence Brand have no VALUE
Bukan ingin memojokkan suatu Brand tertentu, tetapi pengalaman ke Jakarta tgl 20 November 2012 kemarin menjadi pengalaman yang membekas, bukan karena meeting yang sudah di set sekian lama dan harus mempresentasikan hasil riset kepada salah satu klien, namun perjalanannya yang membuat tidak terlupakan.
Berangkat pagi pk 09.40 WIB dari SBY ke CGK dengan menggunakan Citilink, yang sudah di repositioning menjadi low cost airline, ternyata membuka hari dengan pengalaman yang tidak menyenangkan. Delay 30 menit sudah terpampang di layar check in Citilink, yang artinya sudah pasti akan berangkat pk 10.20 WIB. Setelah menanti, ternyata tidak kunjung berangkat, sampai akhirnya sekitar pk 11.00 WIB pesawat Citilink berangkat ke Bandara Soekarno Hatta. Alhasil, jadwal meeting pun akhirnya berubah dan kami harus melakukan koordinasi terus menerus dengan klien.
Di Jakarta, meeting berjalan dengan baik dan kondusif.. sampai akhirnya tiba waktunya untuk kembali ke Surabaya, dengan menggunakan pesawat yang sama yaitu Citilink, pk 21.40 WIB dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Juanda. Saya langsung melakukan konfirmasi dengan pihak Citilink, apakah masih on schedule? Dan mereka menjawab on schedule.
Akhirnya saya menanti dan akhirnya dikabarkan bahwa Citilink mengalami delay selama 1 jam 20 menit. Saya langsung lemas karena artinya kami baru berangkat pk 23.00 WIB. Dari pihak Citilink lalu memberi snack karena keterlambatan penerbangan, yaa.. not bad at all.. Namun kejadian setelahnya adalah yang membuat hari itu menjadi sangat membekas di hati..
Kami menanti pk 22.30 WIB karena sudah menjadi kebiasaan kalau 30 menit sebelum flight adalah boarding. Namun tidak ada pemberitahuan sampai pk 23.00 WIB dan orang-orang pun sudah mulai gelisah.. Ada seorang Bapak yang kemudian memberikan komentar, “kalau kami terlambat 10 menit saja, maka kami akan ditinggal oleh pihak penerbangan, bagaimana kalau pihak penerbangan yang terlambat? Apa kompensasinya?” Masuk akal memang.. walaupun tidak sepenuhnya tepat karena yang dihadapi adalah pihak frontliner yang tidak bisa mengambil keputusan dalam kasus itu.. Sampai akhirnya sekitar pk 23.30 WIB kami akhirnya baru bisa boarding dengan tubuh sangat lelah dan hati yang tidak nyaman karena keterlambatan..
Setibanya di Surabaya, sekitar 01.10 WIB kami akhirnya mendarat dan menepi.. hal selanjutnya terjadi, yaitu tidak ada crew Citilink yang menempelkan tangga pada pesawat, sehingga kami pun harus menunggu di dalam pesawat selama kurang lebih 15 menit, dengan suhu AC yang sangat dingin dan lampu tetap tidak dinyalakan.. how come??
Saya tidak ingin ‘mengutuki’ pihak Citilink dengan segala teknis operasional yang tidak profesional.. tetapi akhirnya yang selama ini saya anggap bahwa Citilink adalah brand yang Trustworthy dengan pengalaman dari ‘induk’nya yaitu Garuda Indonesia, malam itu Brand value-nya menjadi hilang.. Mengapa? Un-excellence Operational dari crew Citilink..
Jangan lupa bahwa yang membentuk Value dari sebuah Brand adalah process dan service.. Operational Excellence.. Meskipun secara strategi kita sudah mempunyai positioning yang tepat, dengan differentiation yang kuat.. namun tidak akan memiliki VALUE jika sebuah Brand secara operasional tidak excellence.. Process dan Service-nya tidak excellence, Brand tidak akan memiliki VALUE bagi customer-nya..
Skyfall M & Q – Story, Character, and Value of Leadership
Hi there… it’s quite a long time not seeing you my partner blog.. Now it’s the right time to write again..
Skyfall.. akhirnya aku nonton juga film James Bond, setelah sekian lama aku tidak tertarik dengan agen spionase flamboyan yang ‘doyan cewek’ dan tidak terkalahkan ini.. Memang sejak Sean Connery, Roger Moore, Timothy Dalton, sampai ke Pierce Brosnan.. James Bond bukan karakter favorit yang aku sukai.. beda dengan Jason Bourne yang cukup asyik untuk diikuti karakternya.. So? Skyfall sebenarnya bukan jadi jujukan untuk nonton di XXI..
Karena ada salah seorang mentor saya yang datang dari Manado dan minta nonton Skyfall, akhirnya nonton juga dan Moment of Truth.. Adegan pertama seperti khas film Bond lainnya, selalu menceritakan sedikit teaser apa yang menjadi masalah dalam cerita James Bond kali ini yang akan ditutup dengan James Bond berjalan dan kemudian menembak.. Namun M mengambil keputusan yang akan mempertaruhkan nyawa Bond secara langsung? itu baru wow.. Alhasil? Bond tertembak dan M sendiri menyatakan Bond meninggal dalam melakukan misinya..
Baru kali ini seorang M memiliki porsi besar dalam film James Bond, bahkan bisa dibilang Skyfall adalah film-nya M yang didukung oleh James Bond. Judi Dench yang sudah menjadi M sekian lama, bahkan ketika James Bond sudah berganti-ganti, semakin memperlihatkan kharisma-nya sebagai pemimpin agen rahasia Inggris yang sudah terkenal di dunia perfilman pastinya
. Siapa yang menyangkan bahwa M dengan segala kelemahan dan kelebihannya benar-benar ‘dikuras habis’ karakternya dalam Skyfall.. hasilnya? Two thumbs up for M..
Leader is a Leader when She/He made a Decision
Tidak ada yang meragukan peran M sebagai seorang pemimpin agen rahasia Inggris. Tidak 100% apa yang menjadi keputusan M adalah benar dan tidak 100% yang menjadi keputusan M disukai dan dituruti oleh bawahannya. Namun, dalam keadaan yang paling genting, agen rahasianya dibantai, kantor agen rahasia dihancurkan, jabatannya dipertaruhkan, kapasitas M sebagai Leader sungguh-sungguh diuji. Apapun yang menjadi keputusannya, bagaimana dia bertanggung jawab terhadap keputusannya, itulah saat di mana M diuji sebagai seorang pemimpin dan… M adalah seorang PEMIMPIN.
Leader knows when She/He has to Quit
Ketika M terpojok dengan segala kondisi dan peristiwa yang terjadi M ditawarkan untuk pensiun dengan tetap memiliki harga diri sebagai pemimpin yang dianggap berhasil. Namun keputusan yang diambil oleh M, terlepas dengan segala ambisi pribadi dan egoisme, M mengambil keputusan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, baru kemudian berhenti dari jabatannya. Dengan kapasitasnya sebagai seorang yang sangat disegani, dia tahu kapan harus berhenti dari tugas-tugasnya dan kapan dia harus menyelesaikan tugasnya..
Memang Skyfall bukanlah film terbaik di tahun ini.. Namun pastinya akan diingat karena regenerasi yang terjadi dalam tubuh agen rahasia Inggris.. Kehadiran ‘new Q’ sungguh-sungguh memancing perhatian.. seorang yang masih muda dengan segala idealisme-nya.. ternyata juga mampu menjadi pendukung tim walaupun seringkali melakukan kesalahan.. Namun yang pasti menancap di hati dan mengharukan adalah M yang digantikan oleh ‘new M’.. semua merasakan kesedihannya.. namun juga sangat berharap dengan cerita Bond selanjutnya..
Memang Bond sudah menjadi spionase yang horizontal, ceritanya sendiri bukan lagi cerita agen flamboyan yang tidak terkalahkan.. Namun sudah menyentuh value, leadership, bahkan misi yang lebih besar daripada karakter Bond sendiri.. Sebagai catatan Daniel Craig juga mampu ‘menyentuh hati’ kaum hawa yang merupakan pemegang kendali pasar saat ini.. So? Perfect combination between story, character, and value.. So New Wave Marketing..
Social Me – How Facebook get to know you.. :D
This is amazing.. How Facebook can analyze your behavior on social media (Facebook).. for further information maybe you want to check it out at http://zeeb.ly/social_me/65326/all3/4afd0b88b2f?s=2buBWihBp&l=v … it’s really interesting fact you can get











